|
|
| images : unsplash.com |
Doom Scrolling
Internet adalah tempat dimana kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam lamanya. Entah itu untuk melakukan hal yang bermanfaat atau hanya sekedar mengabiskan waktu. Jika kita melakukannya untuk kegiatan yang tidak produktif, (misalnya saja hanya melihat instagram reels). Mungkin pada saat tertentu kita merasa bosan dan sempat berfikir berhenti. Namun banyak orang memiliki kecenderungan untuk kembali lagi, karena mempunyai faktor candu.
Kita mungkin pernah mendengar istilah "doomscrolling" di internet, pada dasarnya doomscrolling adalah melakukan sesuatu secara berulang-ulang meskipun kita tau itu berdampak negatif bagi kita sendiri, tapi kita terus mengulanginya. Bisa diartiksn juga bahwa Doomscrolling adalah salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh pengguna Media sosial. Kebiasaan ini menggambarkan kecenderungan seseorang menghabiskan banyak waktu banyak di Media sosial, terutama berita negatif.
Kecenderungan menghabiskan banyak waktu di media sosial apalagi tanpa tujuan yang jelas akan berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang. Sebagai contoh, seseorang yang hidup secara biasa saja secara mental akan merasa tertinggal jauh dengan influencer atau artis yang dia follow di media sosial. Hal itu terjadi karena secara tidak sadar orang biasa tersebut menjadikan influencer atau artis itu sebagai acuan dalam kehidupan nyatanya. Sehingga seseorang itu akan kurang bersyukur atas hidupnya yang mungkin sebenarnya sudah cukup. Seseroang itu akan merasa kurang, dan membanding-bandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain. Akibatnya perasaan cemas, resah dan gelisah akan selalu membayangi.
Asal Usul Doom Scrolling
Sebenarnya tidak tahu persis kapan istilah "Doom Scrolling" pertama kali muncul. Orang-orang pada umumnya tau bahwa istilah itu berasal dari Twitter, kemungkinan besar sekitar tahun 2018 dan 2019. Namun, tindakan Doom Scrolling telah ada sejak lama — bahkan sebelum istilah "Doom Scrolling" itu sendiri muncul. Kemudian Istilah tersebut menyebar di media sosial di awal tahun 2020 ketika orang-orang heboh membicarakan berita tentang pandemi.
Mengapa Kita melakukan Doom Scroll? Untuk menjawab pertanyaan tersebut ada beberapa teori, Salah satu penjelasannya adalah bahwa hal negatif memiliki dampak yang lebih besar pada kesehatan mental kita daripada hal positif.
Seperti misalnya satu komentar ejekan/ merendahkan dapat membekas lebih lama bagi diri kita, daripada puluhan komentar yang memuji kita.
Dengan melakukan Doom Scrolling, pada dasarnya kita mencari hal-hal yang dapat berdampak negatif bagi kita. Ketergantungan adalah faktor utamanya, media sosial yang biasanya menjadi tempat Doom Scrolling memang didesign sedemikian rupa baik dari segi UI dan UX nya sehingga membuat kita betah menghabiskan waktu berjam-jam dan terus membukanya kembali.
Bagaimana Menghentikan Doom Scrolling
Cara terbaik untuk menghentikan Doom Scrolling adalah dengan mengurangi waktu kita bermedia sosial lewat aplikasi. Misalnya jika kita rasa instagram memberi pengaruh negatif, mungkin itu saatnya untuk menghapus/uninstall aplikasi tersebut. Walaupun ada cara lain untuk mengaksesnya melalui browser, tetapi dengan beberapa kelemahan dan tidak seasik dibanding aplikasi, mungkin itu cukup menjadi faktor penghalang untuk mengurangi waktu kita menggunakan instagram.
Jika dengan uninstall instagram terasa berat atau bahkan tidak memungkinkan, kita dapat berhenti follow akun-akun yang berdampak negatif pada kesehatan mental kita. Selain itu kita harus mengurangi waktu bermedia sosial dan mengerjakan hal-hal hang lebih produktif.
Bijak dalam menggunakan internet, khususnya dalam bermedia sosial adalah suatu keharusan. Kita harus sadar berapa lama waktu kita dihabiskan disana tanpa ada tujuan dan manfaat yang jelas. Kita harus selalu menjaga kesehatan mental dengan tidak membuang banyak waktu di media sosial dan mengalokasikan waktu yang terbuang tersebut kita gunakan untuk hal-hal yang produktif. Intinya adalah ketika kita sadar akan resiko negatif Doom Scrolling, itu akan lebih mudah untuk membuat kita berhenti melakukannya.